Tampilkan posting dengan label kamus. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kamus. Tampilkan semua posting

Selasa, 24 Januari 2012

KAMUS TORADJA - INDONESIA

Kamus Toradja - Indonesia bukan hanya sebatas kamus biasa bahkan bisa dikatakan sebagai Ensiklopedia Budaya Toraja karena memuat secara lengkap tentang seluk-beluk budaya Toraja di masa lalu.
Namun masih banyak orang yang belum tahu bahwa ada Kamus Bahasa Toraja – Indonesia bahkan dikalangan orang Toraja sendiri. Bisa dipahami jika banyak orang belum tahu karena penerbitan kamus ini sudah lama, yaitu  tahun 1972 dan dicetak dalam jumlah terbatas. Menurut informasi yang tertulis pada sampul Kamus Toradja – Indonesia yang kami miliki, kamus tersebut dibeli dengan harga Rp. 3.500 pada tahun 1975. Dibeli oleh seorang guru yang gajinya waktu itu Rp. 4.500, berarti harga kamus pada saat itu berkisar 77,8%  dari gaji guru pada waktu itu.  Jika dikonversi ke dalam nilai uang sekarang maka harganya 77,8% dari gaji guru sekarang bisa berkisar lebih dari Rp. 1 jutaan. Oleh karena itu bisa dipahami jika waktu itu jarang orang yang tertarik memilikinya karena termasuk benda mahal dan hanya terjual di kalangan terpelajar saat itu.

Kamus Toraja - Indonesia disusun oleh J. Tammu dan Dr. H. van der Veen. Diterbitkan oleh Jajasan Perguruan Kristen Toradja di Rantepao.  Dalam usaha penerbitannya dibantu oleh L. Pakan dari Lembaga Bahasa Nasional Dep. P. & K. Tjab Makassar bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.  Dicetak oleh Balai Pustaka – Djakarta pada tahun 1972.

Spesifikasi buku Kamus Toradja – Indonesia terdiri dari 692 halaman dengan ukuran panjang= 21 cm, lebar= 15 cm, tebal= 4 cm. Cara penulisan sangat jelas dilengkapi penjelasan, contoh penggunaan kata dalam kalimat dan dilengkapi dengan nama kampung asal kata tersebut paling sering dituturkan.

Usaha penyusunan Kamus Toradja – Indonesia yaitu Bahasa Toraja-Selatan dimulai sejak tahun 1926 oleh Dr. H. van der Veen dengan bantuan penuh dari Bapak J. Tammu yang merupakan penyusun kamus tersebut. Dr. H. van der Veen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda yang diutus oleh Nederlands Bijbelgenootschap untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Toraja – Selatan (yaitu Bahasa Sa’dan, Mamasa dan Rongkong). Sebelum menyusun Kamus Toradja – Indonesia, Dr. H. van der Veen sudah bertahun-tahun lamanya berkecimpung dalam penelitian bahasa Toraja (Toraja Selatan, Toraja Timur dan Toraja Barat). Selain menyusun kamus Toradja – Indonesia, Dr. H. van der Veen terlebih dahulu menyusun kamus Toradja – Belanda:  TAE’ (Zuid – Toradjasch) – Nederlandsch Woordenboek, yang diterbit pada tahun 1940. Dia meneliti bahasa Toraja di wilayah suku Toraja dan wilayah lain disekitarnya (provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat) selama kurang-lebih 39 tahun, yakni dari tahun 1916-1955.

Dari sekian rumpun Bahasa Toraja,  Bahasa Tae’ (Toraja Selatan) lebih luas penyebarannya dibanding bahasa Bahasa Bare’e (Toraja Timur) dan Bahasa Kulawi (Toraja Barat). Bahasa Toraja Selatan mempunyai banyak perbendaharaan kata, peribahasa, pepatah, gurindam dan lain-lain unsur bahasa terdapat dalam kamus tersebut. Selain itu kamus tersebut terdapat kata-kata pendoa agama leluhur Toraja (Aluk), misalnya susunan bahasa doa-doa, gelong-gelong, badong, dll.

Menurut J. Tammu seperti yang di tulis dalam kata pengantarnya kamus tersebut telah sedia pada tahun 1935, oleh karena tekanan ekonomi pada masa itu maka penerbitan kamus tersebut belum dapat dilakukan akibat pecahnya Perang Dunia II. Pada tahun 1955 Dr. H. van der Veen pulang kenegerinya Belanda sebelumnya beliau menganjurkan itu kepada Prof. Drs. G. J. Wolhoff, Pemimpin Cabang Lembaga Bahasa dan Budaya Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Setelah beliau memeriksanya, dia berminat sekali dan mengajurkan supaya diterbitkan dan ejaannya diubah menjadi ejaan Soewandi yang berlaku pada saat itu. Pada tahun 1955, penerbitan kamus tersebut dilanjutkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Toradja – Indonesia dengan bantuan pihak instansi Pemerintah dan tokoh-tokoh terkemuka di bidang sastra dan budaya. Setelah melalui masa dan perjuangan yang panjang yang dimulai pada tahun 1926,  akhirnya pada tahun 1972 Kamus Toraja – Indonesia dapat diterbitkan.